Friday, July 15, 2016

Mau Pilih Mana ? Miskin Sabar Atau Kaya Bersyukur ?

Hasil gambar untuk sabar dan syukur
Assalamualaikum wr.wb

Manakah yang lebih baik, miskin yang sabar ataukah kaya yang bersyukur ? Jika kita disodori dua pilihan ini, jujur saja, akan banyak diantara kita yang mengambil pilihan kedua, kaya yang bersyukur. Karena secara naluri kita lebih siap untuk menikmati kekayaan dari pada menderita kemiskinan. 

Antara Nabi Ayub dan Nabi Sulaiman AS

Dalam perjalanan panjang sejarah kehidupan manusia, Allah telah menciptakan dua tipe manusia di atas, agar dijadikan panutan bagi masyarakat generasi berikutnya. 

Allah ciptkan Nabi Ayub sebagai sosok yang dikenal sangat penyabar, di tengah ujian sangat berat yang beliau alami. Terkadang ada orang yang diberik nikmat harta namun tidak memiliki nikmat sehat. Dia tidak bisa menikmati hartanya, karena sakit-sakitan. 

Sebaliknya, ada yang diberi nikmat sehat wal-afiyat tapi tidak berharta. Ketika dia menginginkan untuk menikmati banyak hal, namun tidak bisa terwujud. Karena kantongnya tidak cukup untuk menjangkaunya. Yang terjadi pada Nabi Ayub, beliau mendapatkan kedua-duanya. Beliau menderita kemiskinan sangat parah, dan sakit fisik yang juga sangat mengenaskan Allah sebutkan doa Nabi Ayub yang artinya :
"Ingatlah hamba kami, Ayub. Ketika dia berdoa memanggil Rabnya, "Sesungguhnya setan menimpakan kemadharatan kepada dengan nusb dan adzab" (QS.Shad:41)

Sebagian Ahli tafsir menyebutkan, 

Makna nusb : Musibah sakit yang beliau derita
Makna Adzab : Musibah yang membersihkan semua harta dan anaknya

Sebelumnya Nabi Ayub adalah orang sholeh yang sangat kaya, hartanya melimpah dan memiliki banyak anka. Alllah mengujinya, dengan membaliknya keadaanya. Hebatnya,datangnya semua ujian itu terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Semua anaknya diambil berikut hartanya. 

Sanak kerabatnya mulai menjauhinya, hingga beliau harus keliling dari satu sampah ke sampah untuk mendapatkan sesuap makanan. Sampai akhirnya beliau sakit parah, tidak ada bagian kulit seluas titik jarum yang sepi dari penyakit. 

Semua orang menjauhinya, selain satu istrinya yang setia mendampinginya, karena imannya kepada Allah. Semoga Allah meridhai istri Ayub. Menurut catatan ibnu katsir, ini terjadi selama 18 tahun ( Tafsir ibn katsir, 7/74). 

Disisi lain, Allah ciptakan Nabi Sulaiman sebagai sosok yang dikenal sangat pandai bersyukur, di tengah melimpahnya fasilitas dunia yang beliau miliki. Beliau menjadi raja yang kekuasaan meliputi alam manusia, jin, dan binatang, itulah do beliau yang Allah kabulkan sehingga beliau menjadi penguasa paling top markotop diantara manusia. 

Sulaiman berdoa, Wahai Rabku, berikanlah aku kerajaan yang tidak layak untuk dimiliki oleh seorangpun sesudahku. Sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemberi. (QS. Shad: 35)

Dua model manusia ini Allah sandingkan ceritanya dalam surat Shad, antara ayat 30 sampai 44. Dan keduanya, baik Ayub maupun Sulaiman, Allah sebut di akhir cerita 

"Dia ( Sulaiman dan Ayub) adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia orang yang suka bertaubat (QS. Shad : 30 dan 44 )

Artinya, baik miskin yang sabar maupun kaya yang bersyukur, di sisi Allah statusnya sama-sama hamba yang baik. Tinggal selanjutnya,siapa yang lebih bertaqwa diantara mereka, itulah yang terbaik. Allah berfirman yang artinya " Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa (QS.Al-Hujurat: 13)

SOSOK NABI MUHAMMAD S.A.W

Beliau Uswatun Hasanah bagi umat. Satu-satunya manusa yang hidupnya dijadikan sumpah oleh Allah. Ketika Allah menceritakan kejahatan kaum sodom, Allah bersumpah menyebut "Demi umurmu" 

Demi umurmu (Muhammad),sesungguhnya mereka mabuk dalam kesesatan ( QS.Al-Hijr: 72)

Allah bersumpah demi umur, kehidupan dan keberadaan Nabi Muhammad S.A.W. 
Ibnu katsir menyebutkan riwayat keterangan dari Ibnu Abbas artinya :
"Belum pernah Allah menciptakan dan menumbuhkan manusia yang lebih mulia dari pada Muhammad S.A.W. Aku belum pernah mendengar Allah bersumpah dengan kehidupan seorangpun selain beliau. ( Tasir Ibnu Katsir, 4/452)

Dalam urusan syukur dan sabar, beliau mengumpulkan akhlak Nabi Ayub dan akhlak Nabi Sulaiman. Beliau kaya yang bersyukur dan sekaligus miskin yang sabar. 

Anan bin Malik Ra menceritakan " Rasulullah SAW tidak pernah diminta untuk kemaslhatan islam. Kecuali beliau pasti memberinya. Hingga suatu ketika datang seseorang (kepala suku), kemudian beliau memberikan kambing satu lembah kepada orang ini. 

Spontan dia pulang ke sukunya, dan mengatakan,"Wahai kaummu, masuklah ke dalam islam. Karena Muhammad memberikan harta layaknya orang yang tidak miskin 9 (HR. Muslim 6160)

Dan hingga kini, kita belum pernah menjumpai ada orang yang mendermakan harta kambing satu lembah. 

Beliau juga pernah memotong 100 ekor onta. Jika satu onta seharga 12 juta, berarti beliau berkorban senilai kurang lebih 1,2 milyar. Itu korban perorangan,bukan perusahaan.

Disisi lain beliau pernah mengganjal perutnya dengan batu, karena tidak memiliki makanan. Beliau dan para istrinya tidak pernah kenyang selama 3 hari berturut-turut. 

Aisyah menjadi saksi sejarah kehidupan di keluarga Nabi SAW 

Tidak pernah keluarga Muhammad SAW kenyang dengan makanan dari gandum halus selama 3 hari berturut-turut sejak beliau tiba di Madinah hingga beliau diwafatkan ( HR.Bukhari 5416, Muslim 7633 dan yang lainnya.

Kita yakin. kondisi semacam ini tidak pernah kita jumpai di keluarga kita. Kita tidak pernah sampai berfikir: adakah makanan esok pagi ? bahkan untuk bisa kenyang selama 1 bulan, kita tidak pernah memikirkanya. 

Mengalir Sesuai Keadaan

Siapapun orangnya, dia tidak akan bisa memilih dan memaksakan diri untuk menjadi miskin yang sabar atau kaya yang bersyukur. Anda yang berada dalam kondisi miskin, tidak bisa memaksa Sang Pencipta untuk menjadikan anda kaya. Demikian pula sebaliknya. Anda yang dalam kondisi kecukupan, tidak bisa memaksa Sang Kuasa untuk mengubah anda agar mencicipi kemiskinan. 

Itu berarti, yang seharusnya yang dominan di pikiran orang kaya bukan bagaimana bisa jadi miskin, namun bagaimana dia bisa memaksimalkanya syukur kepada Allah. Karena itulah yang menjadi tugasnya. Dan saya yakin, semua orang sepakat akan hal ini. 

Kita simak kondisi sebaliknya, seharusnya yang fokus dipikirkan orang miskin bukan bagaimana dia bisa jadi kaya. Namun yang dia pikirkan bagaimana dia bisa ridha dengan ketetapan Allah dan bersabar. Karena itulah tugasnya. 

Anda sepakat ini ?

Seperti inilah yang dinasehatkan oleh cucu Nabi Muhammad SAW,Hasan Bin RA

Siapa yang pasrah terhadap pilihan terbaik yang Allah berikan kepadanya, dia tidak berangan-angan untuk menggapai sesuatu yang lain. (Kanzul Ummal,Ibnu Asakir, No.8538)

Jika ada yang komentar berarti anda memotivasi orang miskin agar tetap jadi miskin, dan tidak bekerja, atau berusaha. 

Hanya menjelaskan tugas orang miskin di konsisi miskinnya, yaitu ridha dan bersabar. Sementara urusan bekerja dan mengejar dunia, ini sejalan dengan nafsunya, sehingga tidak perlu banyak motivasi . 

Mukmin : Antara sabar dan syukur 

Inilah tabiat setiap mukmin sejati. Mereka tidak pernah lepas dari dua tugas itu, antara bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar ketika musibah. Bahkan tabiat ini membuat Nabi Muhammad SAW heran dengan mereka. Dalam sebuah sabdanya beliau memuji orang yang beriman, yang artinya :
"Sesungguhnya mengherankan kondisi orang yang beriman, semua urusannya baik. itu tidak dimiliki kecuali oleh orang yang beriman. Ketiak dia mendapatkan kenikmatan,dia bersyukur, dan itu baik baginya, Dan ketika dia mendapatkan musibah, dia bersabar, dan itu baik baginya (HR. Muslim 7692 dan Ibnu Hibban 2896).

No comments:

Post a Comment

Anda Terkena Diabetes? Ini Solusinya,,,Klik!