Thursday, July 14, 2016

Inilah Pengaruh Dzikir Terhadap Kesehatan Jiwa

Hasil gambar untuk islam itu indah

Assalamu'alaikum wr.wb

Yang pertama marilah kita senantiasa selalu bersyukur atas kehadirat Allah SWT yang mana hingga saat ini kita masih diberinya rahmat kesehatan dan juga keselamatan sehingga kita masih mampu untuk berkumpul di mesjid yang sama-sama kita cintai ini. 

Kemudian shalawat beriringan salam tidak bosan - bosanya kita hadiahkan kepada roh junjungan alam yakni nabi besar kita nabi Muhammad SAW. Semoga dengan banyaknya kita bershalawat maka kita akan mendapatkan safaatbya diyaumul akhir kelak. 

Baiklah tanap harus memperpanjang mukodimah, langsung saja judul ceramah saya pada malam hari ini adalah pengaruh dzikir terhadap kesehatan jiwa. 

Dalam surat Al-Ra'ad / 13.28, menjelaskan bahwasanya dengan kita mengingat (dzikir) kepada Allah maka hati akan menjadi tenteram. Dzikir merupakan salah satu metode mencapai ketenangan hati yang dilakukan dengan tata cara tertentu. 

Dzikir diajarkan dan dipahami dengan melafazkan kalimat-kalimat thayyibah secara keras (dzikir jahr), dan menggunakan kalimat-kalimat thayyibah yang memfokus, dari kalimat 

Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT
Sebenarnya hubungan antara dzikir dengan ketentraman jiwa sudah dapat dianalisis secara ilmiah. Dzikir secara lughawi artinya meyebut atau ingat. Jika kita artikan menyebut maka peranan lisanlah yang lebih dominan, namun jika diartikan sebagai ingat,maka kegiatan berpikir dan merasalah (kegiatan psikologis) yang lebih dominan. Dari segi ini maka ada dua alur pikir yang dapat diikuti:

Manusia memiliki potensi intelektual. Potensi ini cenderung aktif bekerja untuk mencari jawaban atas hal-hal yang belum diketahuinya. Salah satu hal yang dapat merangsang berpikir adalah menemukan suatu penemuan yang baru, misalnya A disebabkan oleh B, maka selanjutnya manusia akan tertentang untuk mencari apa yang menyebabkan B. 

Begitulah seterusnya hingga setiap kebenaran yang ditemukan oleh potensi intelektual manusia akan diikuti oleh penyelidikan berikutnya sampai menemukan kebenaran baru. 

Sebagai makhluk yang berfikir manusia selalunya tidak merasa puas terhadap kebenaran ilmiah sampai ia berhasil menemukan kebenaran perenial dengan jalan melalui jalan supra nasionalnya. 

Jika seseorang telah sampai pada kebenaran ilahiah atau telah terpandunya dzikir dan fikir, maka ia tidak akan tergoda lagi untuk mencari kebenaran-kebenaran yang lain, dan ketika jiwa seseorang itu menjadi tenang, tidak ada konfilk batin dan tidak gelisah.

Selama seseorang masih memikirkan ciptaan Allah SWT dengan menggunakan segala hukum-hukumnya, maka hatinya tidak mungkin bisa tentram dalam artian tenteram yang sebenarnya, akan tetapi jika ia telah sampai kepada pemikiran sang pencipta dengan segala keagungannya, maka manusia tidak sempat lagi untuk memikirkan hal-hal yang lain, dan ketika itulah puncak ketenangan dan puncak kebahagiaan dicapai, dan ketika itulah tingkatan jiwa orang tersebut telah mencapai al-nafs al-muthmaiinah. 

Hadirin sekalian yang dirahmati oleh Allah SWT

Manusia memiliki keinginan dan kebutuhan yang tidak terbatas, padahal apa yang ia butuhkan itu tidak akan pernah benar-benar dapat memuaskannya (terbatas). Oleh sebab itu selama manusia masih terus memburu yang terbatas, maka tidak akan mungkin ia memperoleh ketentraman, karena hanya sebatas (duniawi) tidak akan mampu memuaskan hal yang tidak terbatas ( keinginan dan nafsu ). 

Akan tetapi, jika yang dikejar manusia itu adalah Allah SWT yang tidak terbatas kesempurnaannya, maka dahagany akan dapat terpuaskan. Maka jika seseorang telah mampu selalu ingat (dzkikir) kepada Allaw SWT maka jiwanya akan tentram, karena dunia manusia yang terbatas telah terpuaskan oleh rahmat Allah yang tidak terbatas. 

Hanya manusia yang berada pada tingkatan inilah yang benar-benar layak menerima panggilannya untuk kembali kepadanya. 

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kesalahannya. Wassalamu'alaikum wr.wb

No comments:

Post a Comment

Anda Terkena Diabetes? Ini Solusinya,,,Klik!