Tuesday, July 26, 2016

Ciri-ciri Orang Yang Matang Beragama Islam

Hasil gambar untuk Ajaran islam


Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu dalam sembahyangnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. 

Maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiad tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat ( yang dipikulnya ) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalat. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi (QS. Al-Mu'minun :1-10)

Ilmu Jiwa agama adalah suatu bidang disipilin ilmu yang berusaha mengeksplorasi perasaan dan pengalaman dalam kehidupan seseorang. Penelitian itu didasarkan atas dua hal yaitu sejauh mana kesadaran beragama dan pengalaman beragama

Apabila standar itu kita coba terapkan pada seseorang yang secara spesifik beragama islam, maka akan kita lihat beberapa standar diantaranya Al - Qur'an dan As - Sunnah dan penjelasaan para ulama. 

Al-Qur'an

Kriteria yang diberikan oleh Al-Qur'an bagi mereka yang dikategorikan orang yang matang beragama islam cukup bervariasi. Seperti pada sepuluh ayat pertama pada surat Al-Mu'minun dan bagian akhir dari surah Al-Furqan. 

- Mereka yang khusyu shalatnya
- Menjauhkan diri dari (perbuatan-perbuatan) tiada berguna
- Menunaikan zakat
- Menjaga kemaluannya kecuali kepada isteri-isteri yang sah
- Jauh dari perbuatan melampaui batas ( zina, homoseksual, dan lain-lain)
- Memelihara amanat dan janji yang dipikulnya
- Memelihara shalatnya (QS.Al-Mu'minun :1-10)
- Merendahkan diri dan bertawadlu
- Menghidupkan malamnya dengan bersujud (Qiyamullail)
- Selalu takut dan meminta ampunan agar terjauh dari jahanam
- Membelanjakan hartanya secara tidak berlebihan dan tidak pula kikir
- Tidak menyekutukan allah, tidak membunuh, tidak berzina
- Tidak menyekutukan allah, tidak membunuh, tidak berzina

Suka bertaubat, tidak memberi persaksian palsu dan jauh dari perbuatan sia-sia, memperhatikan Al-Qur'an, bersabar, dan mengharap keturunan yang bertaqwa (QS. Al-Furqan : 63 - 67)

AS-Sunnah

Rasulullah SAW memberikan batas minimal bagi seseorang yang disebut muslim itu apabila muslim-muslim lain merasa aman dari lidah dan tangannya (HR.Muslim). Sementara ciri-ciri lain disebutkan cukup banyak bagi orang yang meningkatkan kualitas keimanannya. 

Sehingga tidak jarang Nabi SAW menganjurkan dengan cara peringatan, seperti : Barangsiapa beriman kepada Allah dan rasulnya hendak dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai diri sendiri ( HR. Bukhari)

Tidak beriman seseorang sampai tetangga merasa aman dari gangguannya (HR. Bukhari dan Muslim ) Tidak beriman seseorang kepada Allah sehingga dia lebih mencintai Allah dan Rasulnya dari pada kecintaannya (HR.Muslim)

Dengan demikian petunjuk-petunjuk itu mengarahkan kepada seseorang yang beragama islam agar dia menjaga lidah dan tangannya sehingga tidak menganggu orang lain, demikian juga dia menghormati tetanngganya, saudara sesama muslim dan sangat mencintai Allah dan Rasulnya. 

Ringkas kata, dia berpedoman kepada petunjuk Al-Qur'an dan mengikuti contoh praktek Rasulullah SAW, Sehingga dia betul-betul menjaga hubungan "Hablum Minallah" dan hablum Minannas 

Peringatan sahabat Ali Ra klimak orang ciri keagamaannya matang adalah apabila orang tersebut bertaqwa kepada Allah SWT dan inti taqwa ada empat menurut Ali R.A

 Mengamalkan isi Al-Qur'an

Mempunyai rasa takut kepada Allah sehingga berbuat sesuai dengan perintahnya dan meninggalkan larangan-nya merasa puas dengan pemberian atau karunia Allah SWT meskipun terasa sedikit persiapan untuk menjelang kematian dengan meningkatkan kualitas keimanan dan amal shaleh

sedangkan Ibnul Qoyyim, ulama abad ke 7, menyebutkan 9 kriteria bagi orang yang matang beragama islamnya. Dia terbina keimanannya yaitu selalu menjaga fluktualitas keimanannya agar selalu bertambah kualitasnya. 

Dia terbina perasaanya sehingga segala ungkapan perasaan ditujukan kepada Allah, senang atau benci, marah atau rela, semuanya karena allah. 

Dia terbina akhalknya dimana kepribadiannya di bangun di atas pondasi akhlak mulia sehingga kalau berbicara dia jujur, bermuka manis, menyantuni yang tidak mampu, tidak menyakiti orang lain dan berbagai akhlak mulia

Dan terbina kemasyarakatanya karena menyadari sebagai makhluk sosial, dia harus memperhatikan lingkungan sehingga dia berperan aktif mensejahterakan masyarakat baik intelektualitasnya, ekonominya, kegotong-royongannya, dan lain-lain. 

Dia terbina kemaunnya sehingga tidak mngumbar kemaunannya ke arah yang distruktif tetapi justru di arahkan sesuai dengan kehendak Allah. Kemauan yang mendorongnya selalu beramal shaleh 

Dia terbina kesehatan badannya karena itu dia memberikan hak-hak badan untuk ketaatan kepada Allah karena Allah Rasulullah SAW bersabda : Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR.Ahmad)

Dia terbina nafsu seksualnya yaitu diarahkan kepada perkawinan yang dihalalkan Allah SWT sehingga dapat menghasilkan keturunan yang dihalalkan Allah SWT sehingga dapat menghasilkan keturunan yang shaleh dan bermanfaat bagi agama dan negara. 

Demikin secara ringkas kami paparkan kriteria ideal untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana kematangan beragama islam seseorang. Sengaja kami batasi agama islam karena pembahasan ciri-ciri beragama secara umum terlalu luas. Dan perlu kita ingat dalam kondisi masyarakat yang komplek dengan problematika kehidupannya, maka sungguh orang yang beragamalah yang akan terhindar dari penyakit stress.


No comments:

Post a Comment

Anda Terkena Diabetes? Ini Solusinya,,,Klik!